BANDUNG SMART FOOD

Bandung Sebagai Ibu Kota Jawabarat sangat bergantung kepada stok pangan yang ada 90% di inpor dari luar daerah. Namun hal tersebut kontraproduktif bila melihat data dari DLHK timbulan sampah Kota Bandung rata-rata mencapai 1.477 ton perharinya. Dari jumlah sampah tersebut, sebagian besar merupakan sampah organik atau bersumber dari pangan. Sampah organik sebesar 63 persen atau sekitar 930 ton. Kota Bandung kini telah gencar menkampanyekan Gerakan "KANGPISMAN" Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan

Kampanye ini didukung berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi seperti biodigester merubah sampah organik menjadi Gas, drumpori dan Bank Sampah. Guna mendukung program tersebut Pemerintah Kota Bandung berkolaborasi dengan berbagai kalangan termasuk akademisi. Salah satunya fokus pada Waste Food yaitu Universitas Katolik Parahyangan yang diinisiasi fakultas FISIP melakukan kampanye mengenai "waste food"

Agar makanan sisa tidak terbuang begitu saja, kita dapat menyumbangkan makanan sisa atau menjual makanan sisa dengan harga yang lebih murah. Salah satu manfaat makanan sisa yaitu bisa dijadikan pupuk atau pakan hewan. Melalui website ini juga Pemerintah Kota Bandung menyediakan wadah untuk para pelaku usaha di bidang makanan untuk membantu menjual makanan sisa atau pun membagikan makanan sisa.

Makanan Sisa dijual dengan harga murah
Makanan Sisa Layak Makan
Makanan Sisa tidak Layak Makan
Let’s Share with Us!
Untuk mendukung program ini kalian bisa langsung membeli makan atau mulai berbagi atau menjual makanan lewat Mitra yang kalian miliki